Program Bedah Rumah Walikota Jeriko yang Menyentuh Hati Warga

Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore

Kupang - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang di bawah kepemimpinan walikota Jefirstson R. Riwu Kore dan wakil walikota, dr. Hermanus Man meluncurkan sejumlah program pro rakyat. Salah satunya, program bedah rumah.

 

Penerimanya adalah warga kota kupang yang kurang mampu, dengan kondisi rumah tidak layak huni. Atap daun, dinding bebak dan lantai tanah. Kalau pun atap seng, sudah rapuh dan berlubang.

 

Program ini dibangun menyeluruh di setiap kelurahan di kota Kupang. Sebagian besar penerima adalah janda, duda hingga pemulung.

 

Program ini diklaim berbeda dengan pemerintah yang terdahulu. Dimana pemkot Kupang membangun secara utuh dengan anggaran sekitar Rp. 50 juta per rumah. Artinya langsung dibangun, tidak diberikan dalam bentuk material atau uang tunai.

 

Pemkot Kupang juga menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, untuk menyediakan perabot seperti meja kursi dan tempat tidur.

 

Selama pembangunan dipantau secara teliti oleh walikota, Jefirstson R. Riwu Kore atau Jeriko. Sebelum dan sesudah dibedah, walikota Jeriko hadir. Selama pembangunan 14 hari, anggota keluarga penerima program diboyong tinggal di rumah Jabatan Walikota, sebagian di hotel.

 

Hal itu dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah. Warga pun selama kunjungan lapangan menyambut dengan sukacita, air mata tangis haru. Sampai - sampai ada warga memeluk hingga mencium kaki walikota Jeriko.

 

Betapa rindu dan cinta warga akan cara kerja Jeriko. Program ini, warga kenal sebagai program walikota Jeriko. Bahkan dalam setiap acara serahterima warga meneriaki walikota "lanjutkan dua periode".

 

"Kita hadir untuk membantu warga yang kurang beruntung,"kata walikota Jeriko belum lama ini.

 

Sepanjang tahun 2020 hingga 2021, Pemkot Kupang telah membangun 141 rumah bagi warga kurang mampu. Tahun 2021 Pemerintah Kota Kupang menganggarkan dana untuk membedah 64 rumah. Sementara tahun 2022, Pemkot Kupang merencanakan membedah 359 rumah.

 

Pendanaan program ini diambil dari dana sharing Pemkot Kupang dan pemerintah pusat. Sebanyak 249 unit rumah yang tersebar di enam kecamatan dibanguan dari dan sharing. Sedangkan 110 rumah lainnya bersumber dari APBD Kota Kupang.


“Pemerintah pusat alokasikan sekian juta, kita tambah Rp 31 juta jadi sekitar Rp 51 juta. Kita tidak kasi dalam bentuk uang, tapi kita bangun rumah baru,”ujar Jeriko.

 

Wali kota Jeriko juga meminta doa dan dukungan semua pihak bergandengantangan membangun kota menjadi lebih baik.

 

"Tangan, mata dan telinga kami mungkin tidak bisa menjangkau semua bapak/ibu sekalian, oleh sebab itu kami berharap agar pihak kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat di kelurahan dapat membantu memberi masukan jika ada masyarakat yang perlu dibantu, akan diupayakan,"ujar Jeriko lagi.

 

Salah satu warga kelurahan Bonipoi, Ibu Fatmawati disela penyerahan kunci rumah dari walikota Jeriko, bulan Agustus 2021 lalu, tak kuasa menahan tangis saat diberi kesempatan menyampaikan isi hatinya, dirinya dengan kalimat terbata-bata berterima kasih karena telah memperbaiki rumahnya yang telah lama ia nantikan.

 

Program lain Pemkot Kupang adalah bantuan uang muka kredit kumah bagi pemuka agama. Nilai mencapai Rp10 Juta Per Orang. Program ini disalurkan Jumat (29/10/2021). Hasil kerja sama dengan DPD REI NTT.

 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Kupang, Djoni Bire, Jumat (29/10/2021) menyampaikan saat ini sudah ada 46 pemuka agama yang diakomodir untuk menerima bantuan biaya uang muka untuk kredit perumahan.

 

Dalam penyaluran pemerintah memastikan berjalan sesuai aturan dilakukan secara ketat. Dimana penerima ditentukan oleh pihak perbankan sesuai aturan perbankan. Pemkot Kupang hanya membayar bantuan dana jika sudah disetujui dan diusulkan oleh pihak bank.

 

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) NTT, Bobby Pitoby mengapreasi niat baik pemerintah dalam membantu tokoh agama. Pasalnya, para tokoh agama akan sangat terbantu. (R-1)