Perayaan Natal Oikumene Raijua 2025: Tanam Pohon Hingga Pesan Damai

Pdt. Setiawan Patipaelohy, M.Th (jas hitam) inzet atas, suasana penanaman pohon (inzet bawah). Foto: istimewa

Raijua, Pelopor9.com - Perayaan Natal Oikumene Tingkat kecamatan Raijua Sabu Raijua 2025 yang diinisiasi oleh pemerintah kecamatan Raijua berkolaborasi dengan Gereja-Gereja Kristen lintas denominasi (GMIT, GBI, GSJA  dan GMMI)  dan agama Katolik berlangsung di Halaman kantor kecamatan Raijua, Jumat (9/01/ 2026).

 

Sebelum ibadah, diawali dengan penanaman Pohon secara simbolis di lingkungan Kantor kecamatan Raijua. Penanaman pohon sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas alam Raijua yang sudah Tuhan karuniakan berkat lewat alam dan tanda dimulai Masyarakat Raijua masuk musim tanam.

 

Selain itu, bagian dari ajakan dari pemerintah kecamatan Raijua untuk seluruh Masyarakat Raijua  Gerakan satu keluarga menanam satu pohon untuk Raijua hijau dan asri, demi kelangsungan dan ketahanan mata air tanah di bumi Raijua dalam waktu yang lebih lama.

 

Suasana ibadah penuh rukun dan sukacita dihadiri oleh sekitar 1000 orang umat dan masyarakat yang hadir. Ibadah dipimpin secara Oikumene dari lintas denominasi gereja , di pimpin Oleh Pdt. Setiawan Patipaelohy, M.Th Ketua Majelis Jemaat GMIT Paulus Nadega bacaan Firman yang terambil dari Matius 7 :15-23.

 

Dalam Khotbah Natal, Pdt. Setiawan merefleksikan bahwa Allah hadir menjadi manusia atau berinkarnasi sebagai manusia untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa.

 

“Natal tidak hanya even tahunan atau perayaan semu tanpa makna tetapi dengan Natal kita mengingat sang Kebenaran yang sejati telah menyelamatkan kita untuk kita hidup dalam kebenaran dan menjauhkan kita dari kesesatan yang dunia tawarkan”,katanya.

 

Allah hadir di tengah kita untuk menyelamatkan bukan memecah belah sesama umat tetapi untuk seluruh umat manusia tanpa memandang, latar belakang umat keristen.

 

“Mari kita belajar untuk terus hidup pada jalan sang Kebenaran, sebagaimana Allah menyelamatkan tanpa sekat perbedaan, hidup dalam integritas dimanapun kita berada, baik di lingkungan keluarga, gereja dan Masyarakat”,ajaknya.

 

Plt.  Camat Raijua Djibrael Radja Kudji dalam sambutannya, mengatakan bahwa pemerintah dan gereja adalah mitra yang selalu mengingatkan yang berjalan bersama atau beriringan untuk menyentuh dan peka terhadap umat dan Masyarakat dalam berbagai aspek.

 

“Natal terus kita rayakan dan berbenah diri menjadi lebih baik untuk kemajuan diri berpikir positif lebih khusus demi mendukung pembangunan hal-hal baik di daerah yang kita cintai bumi Raijua”ujarnya.

 

Dia menyampaikan selamat Natal tahun 2025 dan tahun baru 2026 bagi masyarakat yang merayakan di kecamatan Raijua.

 

Sementara, ketua Panitia Natal Yulianus Baki Boni dalam sambutannya melalui pembawa acara, menyebutkan bahwa natal adalah panggilan untuk peduli, melayani, berbagi kasih dengan sesama terutama yang membutuhkan.

 

Natal menjadi pembawa damai, melawan intoleransi, hoax (ujaran kebencian), dan polarisasi dengan membangun persaudaraan dan kasih.

 

Natal bermakna merawat ciptaan Tuhan dengan mengurangi penggunaan plastic, menanam pohon, menghemat energi, sebagai bentuk Syukur dan tanggungjawab etis terhadap alam. Natal menguatkan keluarga untuk membangun keluarga yang sehat secara spiritual, social,  serta bijak dalam menggunakan teknologi.

 

Natal sebagai refleksi dalam harapan baru, momen Syukur atas perjalanan tahun lalu dan harapan baru menyambut tahun 2026 dengan semangat baru, peluang baru,  dan tantangan baru di tengah tantangan global dan Nasional.

 

Terpisah Sekretaris Panitia, Andreas A. R. Koro disela-sela acara menyampaikan Kesan dan pesan dalam momentum perayaan Natal Oikumene Raijua, perbedaan boleh ada tetapi tidak boleh memecah belah apalagi saling mencederai sesama anak bangsa dengan ucapan yang ceroboh di tengah perbedaan lintas agama atau lintas denominasi.

 

“Kita hidup dalam bingkai NKRI, satu tanah air, satu Bahasa, satu bangsa dengan tujuan yang sama. Mari kita rawat kerukunan tidak hanya seremoni tetapi secara panggilan etis di tengah keberagaman”,katanya.

 

Dia berpesan, melalui perayaan bersama, umat kristen diingatkan bahwa tidak hidup sendirian, dan bahwa nilai-nilai berbagai, persatuan dan rasa kebersamaan adalah fondasi utama bagi masyarakat yang sehat.

 

Hadir dalam acara ini, Anggota DPRD Sabu Raijua dari Fraksi Nasdem , Markus Tuka, A.Md, para tokoh adat, tokoh Masyarakat, tokoh pemuda lintas Agama, pensiunan guru dan pegawai, Kepala Sekolah SMA, SMP dan SD se-Raijua. (R-1/tim)