RaKerDa GAMKI Sabu Raijua Ditutup dengan Tanam Pohon Di Gereja Ebenhezer Menia

Ketua Dewan Pimpinan Cabang GAMKI Sabu Raijua, Paulus Radja Kota (Inzet: kiri), Kegiatan Penanaman Pohon (Inzet: kanan)

Menia, Pelopor9.com – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Cabang Sabu Raijua menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Gereja Ebenhezer Menia, GMIT Klasis Sabu Barat Raijua, di Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Sabtu (31/01/26).

 

Ketua Dewan Pimpinan Cabang GAMKI Sabu Raijua, Paulus Radja Kota mengatakan bahwa Rakerda dilakukan sebagai bentuk konsolidasi internal dan juga merumuskan program kegiatan selama tahun 2026.

 

Sejumlah poin yang telah dirumuskan adalah mekanisme kerja internal, program strategi dan kebijakan keuangan serta pokok pikiran organisasi GAMKI.

 

Dikatakan, bahwa pelaksanaan program dan kegiatan yang sudah disepakati tidak boleh menjadi beban. Namun sebagai pengabdian kepada gereja, masyarakat dan negara. “Kita melaksanakan apa yang sudah kita putuskan ini sebagai sebuah tanggung jawab pelayanan”,katanya.

 

Apabila menganggap sebagai sebuah beban, tentu itu akan membuat menyulitkan dalam proses implementasi program kegiatan. Sebagai organisasi pemuda kristen agar selalu memohon tuntunan Tuhan Yesus Kristen dalam setiap rencana dan kegiatan.

 

“Kalau kita imani itu bahwa kita laksanakan dengan pimpinan Tuhan kita, Yesus Kristus, semua tidak mustahil. Semua pasti terlaksana dan kita yakini itu. Apa yang bisa kita lakukan dan kita lakukan semaksimal mungkin. Sisanya biarkan Tuhan yang berkati”,ujarnya.

 

Lanjutnya, GAMKI juga akan selalu terlibat mencari solusi akan persoalan lingkungan seperti abrasi pantai di pesisir Desa Daieko. Salah satu penanaman mangrove dengan teknik khusus yang sesuai dengan karakteristik Pantai Daieko.

 

Pada akhir Rakerda, dilakukan penanaman 20 pohon pinang hias bersama pemuda gereja di halaman Gereja Ebenhezer Menia. Pohon yang ditanam akan dirawat dan dijaga oleh pemuda gereja.

 

“Penanaman ini, kita bekerja bersama dengan pemuda gereja di Ebenhezer Menia dan nanti setelah kita tanam mereka (pemuda) yang rawat”,pungkasnya.

 

Salah Satu peserta Rakercab, Herman Talo menggemukkan bahwa upaya pencegahan abrasi di pesisir Desa Daieko, harus melibatkan semua pihak. Mulai masyarakat sekitar, RT/RW, Kepala Desa, Gereja dan Sekolah serta pemerintah.

 

Sementara, Iron Nawa mengatakan bahwa GAMKI mesti mengambil peran penting dalam pemulihan lingkungan di Sabu Raijua. Setiap kegiatan penanaman pohon tidak hanya sekedar seremonial namun dilakukan perawatan, monitoring dan evaluasi.

 

“Saya bilang kalau bisa setiap 3 bulan atau 2 bulan sekali. Kita lakukan monitoring. Apa yang kita sudah buat, apa yang kita sudah lakukan kita harus monitoring?”tegasnya. (R-1)