Pemasangan Plang Himbuan Tidak Membuang Sampah Sembarangan [inzet kanan] dan aksi Bersih Sampah [inzet kiri], Foto: Dok Pribadi Pemuda GBI Raijua
Menia, Pelopor9.com - Puluhan Pemuda Remaja dan Anak yang tergabung dalam komunitas Patmos Youth and Teens dibawah naungan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Patmos Raijua Kabupaten Sabu Raijua melakukan Gerakan Kebersihan Lingkungan (GREBEK) Sampah Plastik di Kawasan Pantai wisata Kecamatan Raijua pada Selasa (17 Februari 2026) yang terletak di dua lokasi yaitu di Pantai wisata “Bukit Senyum” Desa Ballu dan Pantai wisata “Kepala Burung” di Desa Kolarae.
Kegiatan ini merupakan panggilan Nurani dan Bahasa iman pemuda gereja dalam menyikapi kegelisahan kolektif yang menjadi perjuangan bersama dalam memerangi sampah khusus sampah plastic. Dengan tujuan menjaga biota laut dari kecemaran sampah plastik, sebagaimana lingkungan dan alam adalah bagian dari kehidupan ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dirawat oleh manusia. Gerakan ini pula berkaitan momentum perayaan “Valentine Day” 14 Februari 2026.
Di tengah hiruk pikuk generasi muda yang lain merayakan “Valentine Day” dengan cara yang lain dan bahkan ada yang mabuk-mabukan alkohol. “Hari ini kami memilih ada di sini untuk mengajak semua rekan-rekan muda gereja berpartisipasi dalam kegiatan positif ini”, ujar Ketua Pemuda Jefri Haba Rubu yang mengkoordinir Gerakan ini.
Selain memungut sampah, juga memasang papan rambu larangan buang sampah di kawasan Pantai sebagai bentuk ajakan dan Langkah penyadaran bagi pengunjung Pantai wisata, lanjutnya ini bukan aksi yang diagendakan tapi ini spontanitas dan wujud Kasih Kristus sebagai generasi gereja kami ikut terpanggil keluar untuk mewartakan kebaikan Tuhan, sebagai Bahasa jiwa, sebuah doa dan harapan dalam menjaga bumi dari kecemaran, Kawasan pantai harus dilindungi dan dirawat dengan cara yang benar.
Terpisah, Gembala Jemaat GBI Patmos Raijua, Andreas A. R. Koro menyampaikan arus globalisasi dan digitalisasi membuat kita generasi muda lupa diri dengan hal-hal yang sementara dan tidak bermanfaat bahkan terdapat ruang berbahaya yang sering kali tidak disadari oleh generasi saat ini yakni kesepian (loneliness).
Banyak kasus yang terjadi akhir-akhir ini di kalangan generasi muda seperti kasus “Bundir” (bunuh diri), kekerasan dalam pacaran dan banyak hal negative terjadi di kalangan orang muda oleh karena sering mengasingkan diri tanpa ada komunitas yang baik untuk bertumbuh secara baik dalam spiritual.
Gereja menjadi opsi pelarian moral untuk membentuk karakter diri sejak dini meminimalisir hal-hal negative yang mungkin terjadi. “Selaku pimpinan jemaat saya selalu mengajak generasi di tempat ini terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan positif baik secara fisik maupun nonfisik untuk membina Persekutuan antara sesama terlebih dengan Tuhan”, katanya.
Aksi bersih-bersih Pantai ini bukan sekedar pencitraan dan ikut-ikutan tetapi bagian dari pendidikan karakter anak, karena anak akan mengikuti apa yang lakukan bukan apa yang kita katakan sehingga aksi ini sekaligus mengajak generasi muda menjadi teladan dalam pikiran, perkataan dan tindakan.
Tanpa keteladanan mustahil kita menjadi pengubah atau penggerak dalam sebuah komunitas, lingkungan, keluarga maupun Masyarakat sebagaimana Injil dalam surat Paulus kepada anak didik rohaninya 1 Timotius 4 :12 “Janganlah seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.
“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataan, dalam kasihmu dalam kesetiaanmu bahkan dalam kesucianmu.” ujarnya.
Setelah kegiatan kerja bakti di Pantai dilanjutkan dengan Ibadah bersama di gereja untuk penyegaran iman dan spiritual, diakhiri tukar kado sebagai bentuk komitmen Kasih antara sesama pemuda. (R-1/tim)