Kesan Deken Malaka pada Momen Kelulusan SMKS Wilibrodus Betun

Deken Malaka, Pater Hironimus Moensaku, SVD memberi sambutan pada acara pengumuman hasil kelulusan siswa Kelas XII SMKS Santo Wilibrodus Betun, Senin (4/5/26).

Malaka, Pelopor9.com - Di tengah semaraknya suasana pengumuman hasil kelulusan siswa-siswi Kelas XII SMKS Santo Wilibrodus Betun, nampak pemandangan berbeda. Beberapa orang tua siswa mengenakan busana layaknya pakaian yang biasanya dikenakan seorang petani ketika melaksanakan pekerjaan sehariannya. Deken Malaka, Pater Hironimus Moensaku, SVD memberi kesan bermartabat dan memberi nilai.

 

Acara pengumuman hasil kelulusan siswa-siswi SMKS Santo Wilibrodus Betun meriah dan semarak. Para siswa, guru dan tamu undangan disambut dengan tarian Bidu dalam balutan busana berwarna merah maron. Suasana memang khas dan bermartabat sehinggga memantik perhatian dan rasa.

 

Meski demikian, suasana unik terlihat ketika beberapa orang tua siswa mengenakan pakaian seadanya. Kesannya memang tidak elok. Akan tetapi, orang tua siswa itu tanpa sadar menunjukkan kesehariannya yang terus bekerja untuk mendapatkan sesuatu demi anaknya. Sehingga memenuhi undangan sekolah saat ini dengan berpenampilan seadanya.

 

 Para orang tua itu ada yang menggunakan selimut, baju seadanya dan topi. Atas pemandangan ini, Pater Deken Malaka sempat mengingatkannya sebelum acara pengumuman dimulai. Di sisi lain, Pater Deken Malaka yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Liurai Malaka memberi pesan mendalam dalam sambutannya saat acara pengumuman berlangsung.

 

Menurutnya, ada dua alasan, ketika melihat penampilan demikian. Pertama, siswa tidak memberitahukan kepada orang tuanya terkait undangan hari ini. Kedua, bisa saja, beberapa orang tuanya masih fokus bekerja di kebun dan bergegas ke sini dan lupa salin pakaian dan melepaskan topi di kepalanya.

 

Para orang tua itu ingin anak bersekolah. Sampai-sampai lupa menanggalkan topi di kepalanya dan merasa masih seperti bekerja di bawah terik matahari ketika berada di dalam aula ini. "Saya menundukkan kepala dan menyampaikan limpah terima kasih kepada para orang tua," ujar Pater Deken.

 

Deken Malaka juga menaruh hormat, karena guru-guru yang telah berperan dalam menghantar para siswa untuk belajar dan berprestasi. Menurutnya, Gereja Katolik baik sebelum kemerdekaan dan awal kemerdekaan telah berperan sebagai organisasi yang peduli dengan pendidikan tanpa memandang perbedaan agama.

 

Hal ini juga searah dengan hasil Musyawarah Pastoral Keuskupan Atambua Tahun 2023. Lembaga pendidikan dan Yayasan Pendidikan Liurai Malaka telah memainkan peran dan tugas pelayanan untuk mencerdaskan generasi kehidupan masa depan.

 

Ditegaskan, pendidikan Katolik berfokus pada integrasi iman yang mencakup upaya penanaman nilai-nilai Injil, peningkatan kemampuan akademis, kemampuan pribadi lain yang berkaitan juga dengan kemandirian dan kerja tangan.

 

Diharapkan, para siswa yang mengenyam pendidikan dan menuntaskan studinya saat ini terus belajar untuk menjadi generasi berkualitas di kemudian hari. (R-1/ans)