Ketua Dewan Adat Aelungi, Ruben Kale Dipa Melantik dan Mengukuhkan Jibrael Kore Doko sebagai Kepala Suku Aelungi, Jumat (26/06/26)
Menia, Pelopor9.com - Dalam mempertahankan dam melestariakn adat dan istiadat leluhur, terutama dalam pemerintahan adat di Kecamatan Hawu Mehera lebih khususnya Udu atau Suku Aelungi, telah melakukan rangkain proses musyawarah mufakat untuk memilih dan menetapkan Djibrael Kore Doko sebagai Kepala Suku Aelungi dan selanjutnya dilantik menjadi kepala Suku Aelungi. Pelantikan Kepala Suku yang baru, sebuah momen yang tidak hanya menjadi seremonial pergantian kepemimpinan, tetapi juga penegasan terhadap pelestarian warisan leluhur.
Pantauan Media ini, Proses pelantikan dan Pengukuhan Kepela Suku Aelungi dihadiri oleh Ketua dan Sekretris Dewan Adat Suku Aelungi, Ruben Kale Dipa dan Welem Gale Bangngu, Sekcam Hawu Mehara, Fredrikson Nguru, Kapolsek Hawu Mehera, Iptu Karel Riwu,Tokoh Agama, Pdt Elly Ngongo, Para Kepala Suku yang ada di Kecamatan Hawu Mehara serta seluruh anak suku Aelungi, kegaiatan ini berlangsung di Dukabune, Desa Daeieko, Jumat, (26/06/26)
Kepala Suku terpilih Jibrael Kore Doko dalam dalam sambutannya, berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai adat yang telah diwariskan oleh para leluhur. Karena adat adalah identitas dan adat adalah akar yang mengikat sebagai satu keluarga besar.
”marilah kita bersama menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah ditinggalkan oleh para pendahulu kita” ucapnya
Dirinya juga mengajak generasi muda Suku Aelungi untuk terus belajar, bekerja keras, dan tetap bangga terhadap identitas budaya. Menurutnya, kemajuan zaman tidak boleh melupakan akar budaya dan jati diri sebagai anak-anak Aelungi.
Dirinya juga mengajak seluruh keluarga besar Aelungi untuk menjaga keharmonisan sehingga semua persoalan yang terjadi dalam Suku Aelungi dapat diselesaikan dengan semngat kekeluragaan. Karena kebersamaan dan persatuan sebgai anak suku menjadi kekuatan besar dalam menghadapi tantangan.
“Saya ajak seluruh keluarga besar Suku Aelungi untuk menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan semangat kekeluargaan. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi persatuan harus tetap menjadi kekuatan utama kita” tegasnya lagi
Juga dirinya berharap Kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga adat, serta seluruh masyarakat, dapat terus membangun kerja sama yang baik demi kemajuan masyarakat dan pelestarian adat budaya di Sabu Raijua terutama di Kecamatatn hawu Mehara.
Sementara Sekretaris Camat Hawu Mehara, Fredrikson Nguru dalam kesempatan itu juga menyampaikan, Jabtan kepala Suku merupakan jabtan yang paling penting dalam satu suku atau Udu, karena itu dirinya mminta agar kepala suku yang baru dilantik bisa menjadi jembatan bagi anak suku ketika ada persoalan dalan suku.
“Jabatan kepala suku ini sangat penting, kepala suku harus jadi tokoh utama untuk mediasi segala persoalan di dalam suku lebih khususnya lagi masalah yang bersinggungan dengan adat” ujarnya
Dirnya juga meminta kepada Suku atau Udu di Kecamatan Hawu Mehara yang belum ada kepengurusan agar segera dilasaknakan musyarawah sehingga setiap suku mempunyai kepengurusan yang sah secara adat. Selian seacara adat, bisa diproses legalitasnya secara hukum.
“bagi Suku yang belum ada Kepala Suku supya segera bentuk dan memilih kepala suku, supaya semua suku yang ada di Kecamatan Hawu Mehara memiliki Kepala Suku” ujarnya
Dalam kesempatan itu juga, Kapolsek Hawu Mehara Iptu Karel Riwu menegaskan bahwa keberaadaan Kepala Suku adalah figur yang menjadi teladan bagi banyak oarang lebih khusunya lagi untuk Suku Aelungi.
“Dengan keberadaan Kepala Suku, minimal jadi orang tua dan figur yang menjadi teladan bagi banyak orang terutama Suku Aelungi. Pengalaman sebelumnya bahwa ada pengkuhan dan pelantikan salah satu suku tapi ada masalah tanah diantara suku” tandas Putra Hawu Mehara ini.
Kepala suku Aelungi menurutnya sudah diakui oleh seluruh anak suku, semua harus tunduk kepada keputusan kepala suku dalam setiap masalah yang terjadi dalam suku.
”Kepala Suku Aelungi sudah diakui oleh seluruh anak suku, kedepan semua anak suku tunduk pada keputusan kepala suku dalam semua masalah yang ada dalam suku”tegasnya
Sedangkan Ketua Dewan Adat Suku Aelungi, Ruben Kale Dipa menjelaskan bahwa Jibrael Kore Doko merupaka Kepala Suku ke 7 pada Suku Alungi dan jabatannya seumur hidup. Dipilih berdasarkan hasil Musyawarah Adat dan Kesepakatan Keluarga Besar Suku Aelungi yang telah dilaksanakan pada tanggal 24 April 2026 yang lalu .
“Dengan dikukuhkannya Kepala suku Aelungi, maka diharapkan kepala suku menjadi pemimpin untuk mengayomi seluruh anak suku untuk saling membantu dalam suka maupun duka antara anak suku Aelungi baik yang ada di Sabu Raijua maupun yang ada diluar Sabu Raijua” ujar Politisi Sabu Raijua ini. (R-1)