Malaka, Pelopor9.com - Kepolisian Resor (Resor) Malaka terus meningkatkan kapasitas diri anggota Polri untuk memberi pelayanan yang profesional kepada masyarakat. Terapi Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) sebagai salah satu kegiatan menjaga kesehatan mental untuk menjawab ketangguhan dan tuntutan pelaksanaan tugas.
Di lingkup Polres Malaka, Jumat sebagai hari olahraga bersama. Selain olahraga, giat fisiknya, ada juga olah jiwa dan kegiatan sosial lainnya di lingkungan masyarakat. Rangkaian kegiatan Jumat Sehat itu bermanfaat bagi kemampuan diri personil Polres Malaka. Sehingga tidak hanya melibatkan anggota, tetapi jajaran pimpinan Polres Malaka.
Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, SIK, MM dan Wakapolres, Kompol Wilhelmus Sinlae, SH berperan dalam pembinaan mental anggota Polri. Di Mako Polres Malaka, Selasa (30/6/2026) jelang HUT Bhayangkara, Kapolres Ganjar mengingatkan pemain U-13 dan U-15 peserta Turnamen Suratin Cup agar memiliki kesehatan mental yang optimis dalam bertanding, selain kesehatan fisik yang mumpuni.
Sedangkan, Wakapolres Wilhelmus bersama jajaran pimpinan dan anggota mengikuti Terapi USEFT secara massal di Lapangan Mako Polres Malaka, Jumat (3/7/26). Jumat Sehat dalam giat Terapi USEFT berlangsung dari pukul 07. 50 Wita hingga pukul 08. 35 Wita berlangsung aman dan lancar. Kegiatan itu tidak hanya melibatkan personil Polres Malaka, melainkan juga Bhayangkari Cabang Malaka.
Wakapolres Malaka menyampaikan terapi kesehatan mental sebagai tuntutan kebutuhan organisasi sesuai surat telegram Kapolda NTT Nomor: ST/363/VI/HUM.1.1./2026. Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan mental personil agar tetap siap menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui Terapi USEFT, anggota Polri diberikan pembinaan untuk membantu menurunkan tingkat stres dan trauma akibat pelaksanaan tugas, meningkatkan kemampuan mengelola emosi saat bertugas, mengurangi kecemasan dan tekanan kerja, memperkuat ketahanan mental dan spiritual, serta mendukung pemulihan kesehatan mental setelah menghadapi situasi atau insiden kritis di lapangan.
Selain itu, sebagai bentuk perhatian pimpinan Polri terhadap kesehatan mental personil. Dengan kondisi mental yang sehat dan tangguh, diharapkan setiap anggota Polri mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan presisi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat. (R-1/ans)