Malaka, Pelopor9.com - Pendidikan sebagai salah satu program dalam karya pastoral Gereja Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan di Kabupaten Malaka. Sehingga umat Paroki Bolan menyelenggarakan seminar pendidikan bertema Guru Katolik dalam terang iman dan Injil.
Sekretaris Komisi Pendidikan Keuskupan Atambua, Oktavianus Yulius Klau, S.Fil selaku pembicara pertama dalam seminar yang berlangsung di Gereja Bolan, Jumat (31/7/26) mengatakan Gereja memiliki keprihatinan yang sangat besar terhadap perkembangan pendidikan baik pada tingkatan global maupun regional.
Hal ini dibuktikan dengan Magisterium Gereja tentang pendidikan seperti Gravissimum Educationis dan Kitab Hukum Kanonik (KHK). Sementara itu, Uskup Atambua, Monsinyur Dominikus Saku selalu menyeruhkan pendidikan berkarakter dan utuh yang menyentuh iman, ilmu dan akhlak dalam kunjungan pastoralnya.
Karena itu, Komisi Pendidikan Keuskupan Atambua mengapresiasi inisiatif umat Paroki Bolan karena telah menyelenggarakan seminar pendidikan. Seminar ini sebagai kegiatan bermartabat bagi umat karena melibatkan guru se-Paroki Bolan.
Pembicara lain, Dr. Wilco Usboko, S.Fil mengatakan guru hebat harus berilmu, beriman dan berakhlak. Guru hebat inilah yang kemudian disebut pemerintah sebagai guru profesional.
Berkaitan dengan guru profesional, kata Wilco guru yang tidak berhenti belajar. Guru harus selalu dirindukan murid baik sebagai pimpinan unit atau kepala sekolah dan pengajar. Atas kesadaran ini, guru harus menghayati peran dan tanggung jawabnya sesuai pesan Injil dan iman. (R-1/ans)