Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo (tengah) Memberikan Sambutan
Kupang, Pelopor9.c om - Kepercayaan publik menjadi tantangan terbesar pers, di era digitalisasi dewasa ini. Jurnalis diminta lebih profesional dalam menyampaikan informasi publik secara benar.
?
?Hal itu disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam sambutannya pada saat pembukaan kegiatan pelatihan jurnalistik Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kupang (05/08/26) Pukul 09.00 wita.
?
?Kegiatan mengusung tema: Kekuatan Influencer, Buzzer dan AI, Masih Butuhkah Wartawan?
?
Christian menyebutkan, bahwa tantangan terbesar pers yang takkan lekang oleh waktu adalah kepercayaan publik. Oleh karena itu, diharapkan agar jurnalis mampu menjaga kepercayaan publik dengan menyajikan informasi yang benar melalui karya jurnalistik.
?
?Menurutnya, bukan seberapa banyak orang yang membaca sebuah tulisan tetapi seberapa banyak yang percaya tentang informasi yang disampaikan.
?
?Jika selangkah saja pers bisa menjaga kepercayaan publik maka, maka jurnalis itu akan selalu dipercaya oleh masyarakat luas.
?
?”Bagi saya, tantangan terbesar pers adalah kepercayaan publik. Buka hanya AI, bukan hanya influencer, bukan hanya hoax. Itu ada masa waktunya kan? ",Ujarnya
?Ditambahkannya, peran pers sangat penting sebagai jembatan dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis dan mendapatkan informasi yang benar.
?
?Dia mengajak seluruh elemen masyarakat bisa bekerja sama dalam membangun kota kupang melalui peran dan karya masing-masing.
?
?”Mari kita bersama membangun daerah ini. saya tidak bisa sendirian, saya butuh peran wartawan, saya butuh gereja, masjid, pura, komunitas, LSM. Saya butuh semua elemen masyarakat, "Katanya.
?
?Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) , Benidiktus S. Jahang dalam sambutannya, mengatakan SMSI merupakan rumah besar bagi media siber di bumi Flobamora.
Dia berharap, pers menjadi Mitra strategis pemerintah yang edukatif, kritis dan konstruktif.
?
?Menurut Benny, belakangan ini Pers sedang diperhadapkan dengan tantangan besar melalui kecepatan teknologi digital dengan maraknya informasi hoax di media sosial. Oleh karena itu, diharapkan agar wartawan menjaga profesionalisme dalam memverifikasi informasi.
?
?Selain itu, Benny menegaskan harus memegang teguh pada kode etik jurnalistik, melakukan verifikasi dan menyajikan berita yang akurat.
?
?”Kita tidak boleh mengejar kecepatan jumlah yang membaca, kita harus tetap pegang teguh kode etik jurnalistik. melakukan verifikasi dan menyajikan berita yang akurat, "Tegasnya.
?
?Ketua Panitia Pelaksana, Cosmas Damius Olla menyampaikan perkembangan teknologi digital, media sosial dan anti sosial intelejen, penyebaran hoax, isi informasi dan manipulasi opini publik terus meningkat.
?
?Oleh karena itu, dia berharap agar wartawan tetap menjaga profesionalisme melalui karya jurnalistik yang akurat, berimbang dan terverifikasi.
?
?Selain itu, Cosmas menegaskan harus berpedoman pada UU Pers dan kode etik jurnalistik. Sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
?
?”Perkembangan teknologi digital, media sosial dan anti sosial intelejen, penyebaran hoax dan manipulasi opini publik terus meningkat. Kondisi ini menuntut wartawan tetap menjaga profesionalisme melalui karya jurnalistik yang akurat, berimbang dan terverifikasi serta berpedoman pada uu pers dan kode etik jurnalistik. sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, "Ungkapnya.
?
?Kegiatan berlangsung di Aula Sekretariat SMSI Prov. NTT, Jl. Artha Graha I, Kota Kupang. Dihadiri oleh Ketua DPW SMSI Provinsi NTT, Benediktus S. Jahang beserta seluruh jajaran pengurus SMSI NTT, Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Ariantje M. Baun, S.E., M.Si., Camat Oebobo, Zet Batmalo, S.H., M.H., Plt. Lurah TDM, Ketua RT 34 sebagai tuan rumah lokasi Sekretariat SMSI NTT, pegawai PDAM kab. kupang dan para narasumber dan puluhan wartawan. (R-1/jom)