Malaka, Pelopor9.com - Sejumlah komunitas dan generasi muda di Kabupaten Malaka menggelar kegiatan seni bersejarah yang disebut Malaka di Ujung Merah Putih. Iven tahunan digelar untuk memperkuat nasionalisme di bumi perbatasan RI-Republic Democratic de Timor Leste (RDTL).
Ketua Panitia Kegiatan Malaka di Ujung Merah Putih 2026, Ifen Sutu dalam press release yang diterima media via pesan whatsApp, Minggu (16/8/26) mengatakan Kabupaten Malaka sebagai daerah paling ujung di bagian Selatan yang berbatasan dengan Republic Democratic de Timor Leste.
Setiap tahun, kata Ifen yang juga Ketua Komunitas Lafaek Malaka senantiasa dilaksanakan kegiatan Malaka di Ujung Merah Putih dengan pergelaran berbagai jenis pentasan seperti seni yang bernuansa kebangsaan, persatuan dan kebudayaan. Kegiatan-kegiatan diselenggarakan untuk menyemarakan suasana kemerdekaan dalam rangka memperkuat nasionalisme di bumi perbatasan RI-Timor Leste.
"Tahun ini, kita laksanakan kegiatan dengan berkolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, di Kabupaten Malaka," kata Ifen.
Menurutnya, iven tahunan tidak digelar sebagai peringatan semata. Akan tetapi, ingin memberi pesan adanya penghormatan anak negeri di ujung Timor Indonesia atas jasa para pahlawan dan kecintaan terhadap tanah airnya sendiri. Rasa hormat dan cinta tanah air akan memantik semangat, kerja keras dan pengorbanan dalam membangun Kabupaten Malaka menuju kesejahteraan.
Dijelaskan, tahun ini iven digelar dengan mengusung tema kemerdekaan, kebudayaan, dan persatuan yang melibatkan warga, pemuda, seniman, serta pemangku kepentingan yang berlangsung di Lapangan Misi Betun Kecamatan Malaka Tengah.
Seluruh rangkaian kegiatan bertujuan memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat persatuan, mengangkat nilai budaya dan potensi daerah sebagai kekayaan bangsa, menjadikan kemerdekaan sebagai milik bersama, dirasakan dan dijaga oleh setiap warga, mempererat kerja sama antar unsur masyarakat, pemuda, dan lembaga pemerintahan melalui kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembacaan puisi, pentas seni musik dan lagu daerah, basar murah, donor darah dan diskusi kebangsaan dan persatuan.
Pisto Bere, salah satu penggagas Komunitas Malaka di Ujung Merah Putih kepada wartawan, pekan lalu mengatakan iven tahunan dilaksanakan pertama kali pada tahun 2020 yang dimotori Putra Niron, Verry Klau, Deni Klau, Darius, Fex Bere William Lubis dan Gonsa Bria.
Kawula muda dalam beberapa kelompok diantaranya, ElTari (Tongkrongan Ltari/Sasoka), Cinta Suri (Sasoka), Esy Luruk (AMI Malaka), Roby Klau (Rai Malaka Channel/Respek), Nando Seran (Petani Milenial), Nando Nahak (Rai Malaka Chanel), Vigi Bere (Ami Malaka/Sasoka), Ony Berimau (HATY Collection), Rio Kera (Sasoka) dan Lius (Sasoka), Ivan Seran dan Odi Nine, Ahmed Rayan Bria, dan Sandra (Mossa).
"Iven tahunan ini lahir dari keinginan kuat untuk terciptanya ruang ekspresi rasa kebangsaan bersama masyarakat yang sederhana dan terbuka untuk semua kalangan," lanjutnya. (R-1/ans)