Suasana Penanaman Pohon
Malaka, Pelopor9.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malaka berupaya melestarikan lingkungan agar penyelenggaraan pendidikan berlangsung dalam suasana yang hijau dan menyenangkan.
Ajakan pelestarian lingkungan pendidikan yang hijau dan menyenangkan disampaikan Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Malaka, Herman Yosep Reda Lete, S.Ag, M.A.B via pesan whatsApp kepada media ini, Senin (14/9/26) malam.
Dikatakan, penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah binaan Kemenag membutuhkan suasana yang hijau dan menyenangkan. Upaya penciptaan lingkungan pendidikan yang hijau dan menyenangkan diwujudkan dalam aksi tanam yang dilaksanakan di lahan SMAK Santo Dominikus Rafau pada Kamis, 10 Septermber 2026 lalu.
Penanaman anakan sejumlah jenis pohon dilakukan sebelum bangunan gedung sekolah didirikan untuk mempersiapkan lingkungan yang hijau, indah dan menyenangkan ke depan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan warga sekolah. Sebanyak 95 siswa dan para guru menanam sejumlah jenis anakan pohon berupa alpukat, klengkeng, nangka, jambu mete, sawo dan kelapa.
"Penanaman dilakukan di lahan lokasi sekolah untuk mempersiapkan lingkungan sekolah yang hijau," kata Herman Yosep sambil menambahkan aksi tanam pohon sebagai gerakan ekoteologi yang menutup rangkaian kegiatan peringatan HUT Kantor Kemenag Malaka ke-10 dan mengawali peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-81 Kemenag RI.
Sementara itu dalam siaran pers Kantor Kemenag Malaka, pekan lalu, Kasubbag Tata Usaha, James Julius Umbu Tobu menegaskan momentum satu dekade Kemenag Malaka diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak nyata melalui penguatan moderasi beragama dan ekoteologi.
Aksi penanaman pohon, penghijauan, dan pengurangan sampah, Kemenag Malaka mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih hijau sekaligus memperkuat tanggung jawab generasi muda dalam merawat lingkungan di Rai (red, tanah) Malaka.
Ketua Panitia HUT ke-10 Kemenag Malaka, Jemianus Bouk Metom, mengatakan gerakan ekoteologi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, penanaman pohon menjadi salah satu bentuk tanggung jawab moral dan iman dalam merawat alam sekaligus menanamkan kesadaran dan tanggung jawab warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan pendidikan yang hijau dan menyenangkan.
Diharapkan, keterlibatan warga sekolah dalam kegiatan aksi tanam pohon dapat membangun kebiasaan mencintai dan merawat lingkungan sejak dari sekolah. Penanaman, perawatan tanaman, menjaga kebersihan, dan tidak membuang sampah sembarangan menjadi bagian dari pembentukan kepedulian ekologis dalam kehidupan sehari-hari. (R-1/ans)