Frids Dju Bida Lamar Ruben Kale Dipa jadi Bakal Calon Wakil Bupati

Frids Dju Bida (belakangi kamera) diterima langsunv oleh Ruben Kade Dipa dikediamannnya

Menia, Pelopor9.com - Pilkada Sabu Raijua tinggal beberapa bulan lagi, banyak calon yang sudah melakukan sosialisasi, pendekatan kepada masyarakat dan bahkan lakukan lobi-lobi politik untuk bisa mendapatkan pintu Partai Politik sebagai kendaraan dalam Pilkada tahun 2020 ini.

 

Salah satu bakal calon bupati yakni Frids Dju Bida, hari ini Rabu (1/7/20) mendatangi kediaman Ruben Kale Dipa di Keluarahan Meba untuk melamar menjadi calon wakil bupati mendampinginya dalam pilkada Sabu Raijua tahum 2020.

 

Pantauan Media ini, Frids didampingi oleh Nikson Mesakh salah seorang pengurus DPD I Golkar NTT, diterima langsung oleh Ruben Kale Dipa dan Sekretaris DPD II Golkar Sabu Raijua, Erastus K. Riwu.

 

Kehadiran Frids Dju Bida dan Nikson Mesakh disambut dengan tarian Ledo Hawu dari Kecamatan Hawu Mehara. Kegiatan peminangan ini juga dihadiri oleh perqakilan pengurus Kecamatan Partai Golkar Sabu Raijua serta perwakilan tokoh masyarakat dan toko pemudan Sabu Raijua.

 

Dalam kesempatan itu, bakal calon bupati Frids Dju Bida mengaku bahwa sudah banyak baliho dan spanduk atas nama Frids Dju Bida dan Ruben Kale Dipa dengan tagline "Frendly" tapi itu belum resmi karena belum ada persetujuan dari calon wakil yakni Ruben Kale Dipa.

 

"Saya tidak asing lagi untuk Sabu Raijua, kesini untuk melamar bapak Mabebu (panggilan akrab Ruben Kale Dipa) untuk jadi calon wakil saya. Kita ingin sama-sama bangun daerah ini kerah lebih baik"kata mantan wakil bupatu Kupang ini.

 

Menurutnya, sudah banyak baliho paket Frendly di Sabu Raijua. Dan kehadirannya hari ini untuk melamar dan memaatikan bahwa paket Frendly siap untuk menangkan Pilkada Sabu Raijua tahum 2020.

 

"Memang sudah ada di baliho dan hari ini saya datang langsung melamar beliau"ujarnya.

 

Alasan Frids memilih Rukadi, karena menurutnya merupakan  Tokoh Sabu Raijua yang sudah mempunyai pengalaman politik dan birokrasi yang cukup matang. Tentu menjadi pilihan tepat dalam memimpin Sabu Raijua lima tahun kedepan.

 

"Saya pilih pak Ruben karena beliau punya pengalaman di politik, pernah menjadi ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD Sabu Raijia dan juga pernah jadi Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang. Jadi tidak ragu lagi dengan kepemimpinannya"ujarnya lagi.

 

Menurutnya, Paket Frendly adalah paket yang bersahaja, bersahabat dengan seluruh masyarakat Sabu Raijua. Paket yang mampu membawa perubahan bagi kesejahteraan masyarakat.

 

"Tiap orang punya masa lalu, tapi saat ini mari kita sama-sama menatap masa depan Sabu Raijua. Kalau ada yang kurang berkenan, hari ini saya datang minta maaf"kata dia.

 

Paket Frendly akan lakukan tiga hal untuk Sabu Raijua, yakni menjadikan Sabu Raijua sehat, Sabu Raijua pintar dan harus punya penghasilan tetap sehingga ekonomi keluarga menjadi lebih baik.

 

"Kita bangun apa yang menjadi kebutuhan dan sebagai Do Hawu tau persis apa yang menjadi kebutuhan kita masyarakat Sabu Raijua"tuturnya.

 

Sementara Ruben Kale Dipa yang baru saja dipinang atau dilamar menjadi bakal calon Wakil dampingi Frids, baginya itu sudah menjadi pergumulan hidup selama ini. Sekalipun segelintir orang mengatakan sudah tidak laku lagi.

 

"Hari ini menjadi bukti dari pergumulan selama ini. Bapak Frids datang lamar saya sebagai calon wakil. Sekalipun ada segelintir orang yang katakan kalau saya sudah tidak laku lagi"kata Rukadi.

 

Menurutnya, Calon dari partai Golkar Sabu Raijua hanya dirinya sendiri. Sementara calon lain yang sementara melamar dari partai Golkar bukan kader Golkar.

 

"Satu-satunya kader Golkar yang lamar calon wakil hanya saya saja, yang lain bukan kader Golkar"tandasnya.

 

Menurutnya, Ketua umum Golkar, Airlangga Hartanto sudah tegaskan dalam pilkada serentak 2020. Golkar hanya usung kader murni dan itu hanya ada pada paket Frendly.

 

"DPDI Golkar NTT dan DPD II Golkar Sabu Raijua, dukung penuh paker Frendly, buktinya saat ini ada Pengurus Golkar Propinsi dan Sekretaris Golkar Sabu Raijua ada disni saat ini"katanya.

 

Menurutnya lagi, paket Frendly didukung oleh Partai Golkar dan Partai Perindo. Komunikasi politik kepada kedua pimpinan partai tersebut sudah dilakukan.

 

Semnatara Pengurus DPD I Golkar NTT, Nikson Mesakh dan Sekretaris DPD II Golkar Sabu Raijua, Erastus K. Riwu dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa untuk pilkada Sabu Raijua , terdapat 3 paket yang melamar dari pintu partai Golkar dan akan dilakukan survey.

 

Penetepan calon dari Parta Golkar setelah hasil survei, karena itu diminta kepada paket Frendly agar turun sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat.

 

"Ini salah satu paket yang melamar ke Partai Golkar, kita minta turun ke masyarakat, sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat supaya dikenal. Akhir bulan Juli partai Gokar akan tetapkan paket yang akan maju dari Golkar"ujar Nikson Mesakh. (R-2).