SMAN 1 Raijua siap Laksanakan KBM sesuai Protokol Kesehatan Penanganan Covid -19

Martinus Lay Wadu

Raijua, Pelopor9.com - Demi mencerdaskan regenerasi bangsa, Sekolah Menengah atas Negeri (SMAN) 1 Raijua sudah siap melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid - 19.

 

Hal itu, disampaikan kepala sekolah SMAN 1, Martinus Lay Wadu kepada media ini usai rapat kesepakatan bersama komite dan orang tua murid, Senin (27/07/2020) di Ledeunu, kecamatan Raijua, kabupaten Sabu Raijua.

 

Menurutnya, Rapat itu membahas tiga opsi sistem pembelajaran yang  akan dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Belajar dari rumah. Kedua, Sistem Sif dan yang ketiga, sistem silang atau tukar kelas.

 

Sekolah, komite dan orang tua murid menyepakati opsi ketiga yakhi sistem pembelajaran silang/tukar kelas.

 

“Kita sudah melakukan rapat kesepakatan bersama komite dan orang tua murid untuk menentukan sistem pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kita kasih tiga opsi: Belajar dari rumah, Sistem SIF dan saling/tukar kelas. Namun yang disepakati adalah opsi ketiga,”ujarnya.

 

Lanjutnya, sistem pembelajaran silang atau tukar kelas itu masing-masing kelas mendapatkan 2 hari KBM. Di mana, dengan pembagian kelas 10 hari Senin dan Kamis, kelas 11 hari Selasa dan Jumat, kelas 12 hari Rabu dan Sabtu.

 

“Sistem pembelajarannya, kelas 10 dijadwalkan hari Senin dan Kamis, kelas 11 hari Selasa dan Jumat sedangkan kelas 12 hari Rabu dan Sabtu,”ungkapnya.

 

Ditegaskannya, bahwa di luar jadwal pembelajaran, para murid akan diberikan tugas-tugas pekerjaan rumah (PR). Hal itu untuk memaksimalkan keterlibatan pelajaran/materi di sekolah.

 

Selain itu katanya, para pendidik juga perlu lebih pro aktif dalam memberikan penjelasan kepada para murid terkait tugas pekerjaan rumah (PR), sehingga siswa tidak mengalami kendala dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

 

“Kita juga akan memberikan tugas-tugas dari sekolah kepada semua murid agar mereka bisa selesaikan di rumah supaya bisa memaksimalkan mata pelajaran yang terlambat,"tegasnya. (R-1/Jom)