Dewan Mery Kain Peduli Para Ibu Penenun di Malaka

Anggota Fraksi Golkar Malaka, Maria Fatima Seuk Kain menyerahkan bantuan kepada salah seorang ibu penenun

Malaka, Pelopor9.com – Maria Fatima Seuk Kain adalah sosok politisi perempuan, yang tidak asing dimata publik Malaka. Terutama bagi para ibu penenun. Politisi yang menjabat Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malaka ini, dalam suasana suka dan duka, senang dan gembira, ia hadir di tengah masyarakat dan peduli kebutuhan dengan menyalurkan bantuan benang.

 

Bercerita tentang kehidupan masyarakat, putri Bapak Paulus Kain, salah satu tokoh politik di Belu dan Malaka itu cenderung berpikir ke arah bagaimana masyarakat Kabupaten Malaka diperhatikan dalam mengatasi kebutuhan-kebutuhan konkrit.

 

"Bukan bicara sebatas kebutuhan makan dan minum. Tetapi, bagaimana masyarakat dibantu dan diberdayakan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup," demikian Mery ketika ditemui wartawan di Kantor DPRD Kabupaten Malaka, pekan lalu.

 

Itulah sebabnya, masa reses DPRD Kabupaten Malaka kali ini, Mery mengisi dengan pertemuan dengan kaum ibu di Dusun Pelita Lalor Desa Fahiluka dan Desa Kateri di Kecamatan Malaka Tengah. Ia bertemu ibu-ibu yang hebat menenun. Menenun sarung dan kain adat dengan motif-motif lokal yang menarik sesuai kebutuhan tradisi adat dan budaya warga setempat.

 

Apa alasannya, sehingga pertemuannya bersama ibu-ibu yang rajin menenun dilaksanakan dalam masa reses? Reses, salah satu kegiatan DPR yang dilaksanakan di luar gedung Dewan untuk menjaring aspirasi masyarakat. Berbagai aspirasi yang diserap, ada yang langsung dijawab dan ada juga yang akan dibawa dalam sidang sesuai tugas pokok dan fungsi. Begitu perhatiannya kepada kebutuhan ibu-ibu penenun, Mery menyalurkan bantuan benang kepada ibu-ibu penenun di Dusun Pelita Lalor Desa Fahiluka.

 

Dukungan bantuan benang dapat menjawab kebutuhan di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan suasana pasca bencana Seroja saat ini.

 

"Bantuan benang ini, kita salurkan untuk ibu-ibu yang rajin menenun. Sehingga, ibu-ibu bisa terus menenun untuk mempertahankan kehidupan ekonomi dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok," kata Politisi Partai Golkar Kabupaten Malaka ini. (R-2/ans)