Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Malaka Berulangkali Tekankan Integritas - Moral

Suasana Pelantikan Pejabat Malaka

Malaka, Pelopor9.com - Pelantikan dan pengukuhan pejabat eselon III dan IV lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malaka sudah berlangsung, pekan lalu. Pernyataan demi pernyataan dalam sambutan pelantikan, Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH berulangkali menekankan integritas dan moral pejabat yang diberikan amanah dan kepercayaan. 

 

Dalam sambutan pengambilan sumpah, pelantikan dan pengukuhan yang berlangsung di aula Kantor Bupati Malaka, akhir pekan lalu, Bupati Simon yang baru saja memimpin Kabupaten Malaka bersama Wakil Bupati (Wabup), Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal dengan Kim Taolin kurang lebih enam bulan lamanya cukup mengetahui situasi dan seluk-beluk kinerja dan perilaku pejabat. Sehingga, perihal integritas moral senantiasa ditekankan dalam pernyataan demi pernyataan dalam sambutannya.

 

"Bekerja secara terampil, kualitas dan profesional, disiplin. Dan yang terpenting, integeitas moral. Karena, visi Kabupaten Malaka adalah kabupaten berbudaya. Sebagai Bupati Malaka, saya bukan pemimpin rohani, sehingga menerima orang yang datang dan menangis," kata Bupati Simon menjelaskan situasi yang terjadi dan seluk-beluk di awal masa kepemimpinanya di kabupaten yang dimekarkan pada tahun 2013.

 

Menurut Bupati Simon, integritas dan moral perlu dimiliki seorang pejabat dan ditunjukkan lewat sikap dan kepribadian, profesional dan disiplin, komitmen dan loyalitas. Bahkan, bupati dengan latar belakang seorang akademisi itu menyingkapkan hal terdalam dari sosok pejabat yang diberi amanah dan kepercayaan. "Jadi pejabat tidak boleh sombong," demikian Bupati Simon mengungkapkan hal terdalam dari nilai kerendahan hati dalam pelayanan kepada masyarakat yang datang dan meminta pertolongan.

 

Wujudnya, kata Bupati Malaka para pejabat harus bekerja sama dan punya tanggung jawab. Tidak kenal terlambat dalam bekerja, harus menguasai IT. Sehingga, pejabat harus terus belajar. Belajar sambil bekerja karena bisa dicopot. Jabatan itu tidak absolut dan tidak perlu cari muka, karena sudah ada muka. "Loyalitas dan jaga integritas moral," pinta Bupati Simon. (R-1/ans)