Advetorial: Willy Lay-Ose Luan Kembali Menjabat Bupati dan wakil bupati Pasca Cuti Kampanye

Bupati Belu Willybrodus Lay (kiri) dan Wakil Bupati Belu J.T Ose Luan (kanan)

Willybrodus Lay kembali menjabat Bupati Belu dan J.T Ose Luan sebagai Wakil Bupati Belu pasca menjalankan cuti dalam rangka kampanye Pilkada Belu 2020.

 

Kegiatan itu berlangsung dalam acara serahterima jabatan (sertijab) Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Belu, Zakarias Moruk kepada Bupati Belu, Willybrodus Lay di aula Kantor Bupati Belu, Sabtu (5/12/20).

 

Dalam sambutan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi yang dibacakan Kepala BKPSDMD NTT, Henderina Laiskodat mengtaakan bupati dan wakil bupati yang mengikuti pencalonan kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam Pilkada harus menjalani masa cuti untuk melaksanakan kampanye.

 

Pengangkatan Pjs Bupati Belu dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan bupati dan wakil bupati selama 71 hari lamanya terhitung 26 September hingga 5 Desember.

 

Bupati Belu bertugas melaksanakan tugas di daerah segera kembali melaksanakan tugas sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur karena masih banyak tugas dan pekerjaan penting yang harus dituntaskan sampai dengan akhir tahun anggaran 2020.

 

Sedangkan, Bupati dan Wakil Bupati Belu yang kembali memangku jabatan dapat melaksanakan tugas sebagaimana biasa dengan fokus pada target pencapaian program prioritas daerah dan nasional.

 

Selain itu, Wagub Josef Nai Soi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada setiap elemen dan masyarakat Kabupaten Belu yang telah memberikan andil dalam menyelenggarakan pemerintahan dan menjaga keamanan selama proses dan tahapan Pilkada.

 

Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT yang telah memperkenankan untuk menjalani masa cuti dalam rangka melaksanakan kampanye Pilkada. Izin cuti sangat membantu dalam kampanye dan dijalankan dengan baik sesuai waktu yang ditentukan.

 

Dia mengimbau agar aparat sipil negara (ASN) dapat menjaga netralitas dan bertanggungjawab dalam menciptakan suasana aman, nyaman dan kondusif.

 

“Pesta demokrasi hanya berlangsung sehari untuk memilih pemimpin. Jadi jangan kita membuat daerah ini menjadi terkotak-kotak. Setelah tanggal 9 Desember nanti, siapa yang diberkati, dikaruniai oleh Tuhan, itulah pilihan Tuhan melalui rakyatnya,” kata Bupati Willy (*)

 

(Layanan publikasi ini diterbitkan atas kerjasama media online pelopor.com dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu