Pdt. Setiawan Pattipeilohy, M.Th
Perempuan Raijua Berharga
oleh
Pdt. Setiawan Pattipeilohy, M.Th
Ketua Majelis Jemaat Raijua Didha
Memaknai bulan keluarga Tahun ini, Kami Jemaat GMIT Raijua Dhida akan melaksanakan Seminar dengan Tema : Keluargaku, Sekolahku - Sub Tema : peran keluarga dalam upaya mencegah kwhamilan anak di bawah umur.
Seminar ini, terlaksana lewat pergumulan panjang selama Hampir 3 Tahun, berawal dari pribadi saya yang di tugaskan oleh Sinode GMIT untuk menjadi Pendeta di Sabu Raijua khususnya di Pulau Raijua-Jemaat GMIT Raijua Dhida.
Tahun 2019 pertama kali saya sampai di Sabu Seba, dan tidak langsung ke Raijua masih beberapa hari di Seba. Sehingga mendengar banyak cerita dari orang Sabu yang ada di Seba tentang Raijua, di mana kebanyakan menceritakan tantangan pelayanan dan kehidupan orang Raijua.
Hal yang membekas dan selalu mengganggu pikiran saya sebagai pendeta adalah pernyataan bahwa Pulau Raijua "Tempat mencari A**k", hal ini selalu menjadi perenungan hingga tiba di Pulau Raijua.
Berjalannya waktu dan mulai menapaki serta menata pelayanan di Raijua, saya mulai sadar bahwa pernyataan tentang perempuan Raijua yang dibicarakan oleh orang-orang di Seba, berkaitan dengan kehamilan. Kehamilan yang tanpa status legalitas pernikahan sesuai hukum negara dan agama, juga termasuk hamil di bawah umur. Hal itu terjadi karna beberapa faktor pendukung yang lahir dari kebiasaan, kebudayaan, dan pergaulan.
Maka saya mencoba merancang konsep untuk mencari jalan keluar, yang diharapkan menjadi perhatian bersama semua pihak dan elemen masyarakat di pulau Raijua.
Singkat cerita ketika Saudara, teman, rekan Calon Vikaris Apris Leo, S.Th yang diminta membantu pelayanan di Raijua Dhida akan mengakhiri masa belajar dan pelayanannya di Jemaat Raijua Dhida, serta bertepatan dengan pemaknaan bulan oktober sebagai bulan keluarga. Maka konsep seminar ini kami berupaya merealisasikannya, walaupun dalam masa Pandemi Covid-19 kami akan berupaya juga kegiatan ini berjalan dengan ProKes ketat agar menjadi contoh bagi kegiatan-kegiatan di masa Pandemi ini.
Bersama para pemuda Jemaat Raijua Dhida sebagai panitia kami berharap semua orang akan paham bahwa perempuan Raijua itu berharga, dan pemahaman itu harus dipahami terlebih dahulu oleh semua perempuan di Raijua dan oleh semua laki-laki di pulau Raijua. Seminar yang diupayakan berlangsung tanggal 15 Oktober 2021 diharapkan menjadi titik awal perubahan pola pikir yang selama ini ada tentang nilai pernikahan dan kehamilan.
Karena perempuan adalah Anugerah Tuhan, yang mana merupakan media kehidupan ditenun Allah dirahimnya, dan tenunan kehidupan itu haruslah dalam pernikahan sesuai kehendak Kristus dan sesuai aturan Negara Indonesia.
Mari kita belajar Apakah keluarga kita bisa menjadi saksi? Bisakah kita saling mengisi, bukan saling menjatuhkan? Kalau keluarga tidak menyadari tanggung jawab, lalai dalam pembinaan anak-anak, maka keluarga telah menyiapkan bom waktu. Suami gelisah pada istri, istri mencurigai suami, atau orang tua kehabisan akal menghadapi tingkah anak-anak, begitu pula anak-anak merasa tidak mendapat perhatian dan perlindungan dari orang tua. Seribu satu kasus bisa ada dalam keluarga, tetapi satu kalimat yang perlu kita pegang: Apa pun masalah, jadilah pemenang untuk membawa keluarga sebagai Teladan yang baik. Helama Tona Ie
#Lakukan yang terbaik kawan-kawan sisanya Tuhan yang sempurnakan
#H-3 panitia JRD. (**)