PT. Trisna Karya Belum Bayar Upah, Pekerja Segel SDN Bolua di Kecamatan Raijua

SD Negeri Bolua di segel oleh Pekerja, tampak tulisan yang ditempel oleh pekerja sebagai tanda protes atas pekerjaan tersebut

Raijua, Pelopor9.com – Para Pekerja proyek pembangunan gedung SD Negeri Bolua di Kecamatan Raijua, melakukan aksi protes terhadap Kontraktor Pelaksana PT. Trisna Karya, dengan menyegel Sekolah dan akan dibuka setelah pihak kontraktor melaksanakan kewajibannya untuk membayar upah pekerja selama ini.

 

“Selama ini, kita sudah kerja lalu sampai hari masih ada tunggakan upah kerja dari Kontraktor yang tidak jelas. Jalan satu-satunya adalah segel sekolah supaya ada kejelasan tentang upah kerja kami seperti apa” Kata Kepala Mandor, Yopi Manafe kepada media ini di Raijua, Senin (28/3/22).

 

Dijelaskannya, aksi penyegelan tersebut bukan untuk menghalangi proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), atau mengambil alih kepemilikan Gedung. Tetapi, aksi tersebut untuk memperjuangkan upah pekerja, yang selama ini sudah mengerjakan kewajibannya sebagai pekerja.

 

“Kita tidak menghalangi dan tidak ambil gedung, hanya perjuangkan upah saja. Kita komplain karena semua sudah selesai. Saya juga telah komunikasi dengan kontraktor tetapi hasilnya tidak jelas”tandasnya lagi.

 

Dijelasknnya lagi, dirinya sebagi Mandor atau pemborong melaksanakan pekerjaan pada 4 Sekolah di Sabu Raijua, yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana yang sama. Yakni, di Kecamatan Sabu Barat, SD Negeri Titinalede dan SD Negeri Raemude, sementara di Kecamatan Raijua, SD Negeri Bolua dan SD Negeri Lokojuli.

 

“4 Sekolah ini, semua sudah dikerjakan sesuai dengan item pekerjaan dan bahan yang disediakan oleh Kontraktor. Termasuk di SD Negeri Bolua ada pekerjaan Pintu dan jendela belum dikerjakan karena bahan belum disediakan kongtraktor”ujarnya

 

Menurutnya, upah pekerja yang masih ada tunggakan dari kontraktor sebesar Rp. 517.611.000 dan tunggakan terbesar pada SD Negeri Bolua sebanyak Rp. 334.000.000, dia meminta agar Kontraktor jangan menipu dan membodohi masyarakat Raijua.

 

“Ini pengalaman kerja yang membodohi orang dan tidak boleh lagi terjadi, jadi saya minta agar diekspose saja, supaya perusahaan seperti ini menjadi catatan bagi Kementerian dan di Black List supaya jangan lagi kerja di Sabu Raijua”ujarnya kecewa.

 

Sementara wahyu sebagai pengurus lapangan PT. Trisna Karya untuk 2 sekolah yang ada di Kecamatan Raijua, mengaku pekerjaan sudah mencapai 95 persen dan dirinya hanya bertugas dilapangan untuk mengawasi proyek tetapi urusan keuangan adalah pihak perusahaan

 

“Saya hanyaa orang lapangan, jadi soal upah kerja saya tidak ada urusan. Saya hanya menyampaikan tentang kondisi proyek dan juga masalah penyegelan kemarin”katanya lagi ketika ditanya terkait dengan upah kerja para pekerja.

 

Sementara Wahyu sebagai Manajer Proyek (PM) dari PT. Trisna Karya yang dihubungi secara terpisah melalui pesan WhatsApp, terakit upah kerja tersebut beralasan pembsysrsn belum dilakukan karena data opname belum diusulakn oleh mandor.

 

“Alasan belum di bayar karna masih dalam proses Falidasi data opname, yang di usulkan oleh mandor An Yopi Manafe. Tanggung jawab kami kepada para pekerja akan kami prioritaskan secepatnya,  keterlambatan ini masalahnya data yang disampaikan mandor kami di lokasi tidak akurat”jawabnya.

 

Ketika ditanya terkait dengan pagu anggaran untuk SD Negeri Bolua, dirinya mengaku akan disampaikan kemudia karena dirinya masih dalam perjalanan.

 

Sementara Konsultan pengawas Jery Hermanus Maure, tidak dapat dihubungi, kabar yang diterima media ini, pengawas sementara menuju ke Sabu Seba dengan menggunakan KM Napuru sehingga tidak bisa dikonfirmasi.

 

Untuk diketahui, sesuai hasil penelusuran pelopor9.com pada LPSE Kementerian PUPR RI, PT Trisna Karya mengerjakan 13 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sabu Raijua, dengan Jenis Pekerjaan adalah Pekerjaan Konstruksi yang dibiayai oleh APBN tahun 2021 dengan Pagu Rp. 29.756.943.000,00 dan Nilai HPS 29.756.943.000,00. (R-2)