Ketua Yapenkris Adda Hari Sabu Raijua, Frenky F Palike
Menia, Pelopor9.com – Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Adda Hari Sabu Raijua, akan menyelenggarakan Pengembangan Profesional Guru SD GMIT se Kabupaten Sabu Raijua, yang akan dilaksanakan selama 3 hari (6-8) Oktober 2022 di Gereja GMIT Bethania Lobodei,
Kegiatan ini, merupakan pengabdian kepada masyarakat bekerjsama dengan Program Studi Pendidikan Agama Kristen (Prodi PAK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Dengan pemateri diantaranya adalah Dosen IAKN dan juga relawan yang siap untuk memberi diri untuk pendidikan GMIT di Sabu Raijua .
Demikian disampaikan oleh Ketua Yapenkris Adda Hari Sabu Raijua, Frenky F Palike kepada media ini, Rabu (5/10/22).
Dikatakannya, tujuan utama dari kegiatan adalah untuk meningkatkan komptensi gurudan pengembangan keterampilan, melalui kegiatan professional development of teachers. Dan akan dihadiri oleh tenaga pendidik (guru) yang terdapat di 24 SD GMIT yang ada di Sabu Raijua.
“Selama 3 hari kegiatan ini, dikuti oleh 265 guru, baik PNS, Kontrak dan juga honor yang ada di sekolah GMIT. Semua wajib untuk ikut kegiatan”katanya.
Disampaikannya, kegiatan tersebut sudah melalui tahapan dan proses telah disepkati bersama dengan pemerintah, dalam hal ini Dinas PKKO Sabu Raijua. Sehingga, siswa SD GMIT diliburkan selama kegiatan berlangsung. Guru wajib terlibat aktif dalam kegiatan yang dimaksud.
“Tidak ada alasan bagi guru untuk tidak hadir, karena kita sudah komunikasi dengan pihak pemerintah, anak-anak diliburkan. Bagi guru PNS, TP nya tidak dipotong karena sudah dijinkan”tegasnya.
Disampaikannya lagi, selain kegatan pelatihan guru, terdapat kegiatan lainnya yang diselenggarakan oleh Yapenkris selama bulan oktober tahun 2022. Diantaranya, seminar Pendidikan Kristen yang akan melibatkan seluruh Pendeta GMIT, Expo Pendidikaan GMIT, lomba Futsal, dan KKR Pendidikan.
“Ini merupakan perdana yang kita lakukan dan kegiatan ini akan dilakukan setiap tahunnya. Tahun ini kegiatan Expo, Futsalnya di Sabu Barat, tahun depan kita akan pindah ke Kecamatan lainnya”tegas mantan Guru Lentera Kupang ini.
Sementara ketua Pembina Yapenkris Sabu Raijua, Pdt. Loni Radja Gah, memberikan apresiasi dan dukungan penuh untuk kegiatan tersebut. Karena menurutnya, Sekolah GMIT harus mempunyai warna dalam dunia pendidikan di Sabu Raijua.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, Guru-guru kita perlu mendapatkan pelatihan-pelatihan seperti yang digagas saaat ini. Jadi, saya harap para guru tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada”ujar Ketua Klasis Sabu Barat-Raijua, dua periode ini.
Sementara Ketua Klasis Sabu Timur, Pdt. Jhon Wadu Neru juga memberikan dukungan penuh kepada Yapenkris Adda Hari Sabu Raijua, dirinya menyiapkan tempat kegiatan dan semua hal yang berhubungan dengan kegiatan dimaksud.
“Ini Kegiatan Yapenkris unuk sekolah-sekolah GMIT dan Gereja punya tanggungjawab penuh. Sehingga tidak ada alasan Gereja tidak mendukung kegiatan Yapenkris” ujar Anggota Pembina Yapenkris ini.
Mendapatkan persetujuandari Dinas Pendidikan Sabu Raijua, selama 3 hari tersebut, menghadirkan guru dari 24 SD GMIT yang ada di Sabu Raijua. (R-2)