Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sabu Raijua, Lady Yumike Buly (Tengah) Didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Sabu Raijua, Robinson Rihi Huki (kiri) dan Ketua Yayasan GPS, Jefrison Hariyanto Fernando.
Menia, Pelopor9.com – Sebanyak 22 Siswa Sekolah Menengah Atas di Sabu Raijua mendapat pelatihan menulis cerita rakyat dari Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua atau GPS di aula Penginapan Komang, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Sabu Raijua, selama 3 hari sejak Jumat (01/05/26)
Ketua Yayasan GPS, Jefrison Hariyanto Fernando mengatakan bahwa yayasan GPS memiliki tekad menjaga dan melestarikan budaya Sabu Raijua, salah satu pelestarian cerita-cerita rakyat melalui pendokumentasian seperti buku, audio visual dan teater.
“Banyak sekali cerita rakyat kita yang tentu perlu ditulis karena kita ini secara turun temurun budaya tutur. Budaya tutur ini kita lestarikan melalui kegiatan menulis, baik lewat tulisan video maupun lewat seni teater”,katanya pada acara pembukaan kegiatan.
Dikatakan, pelatihan menulis untuk menambah ilmu pengetahuan dalam menulis cerita rakyat bagi siswa siswa. Sehingga ke depan bisa menjadi penulis, menghasilkan karya.
“Peserta idak hanya menulis cerita rakyat, mereka bisa menulis berita atau misalnya besok bisa jadi jurnalis atau bisa menulis opini dan segala macam sehingga hari ini kita memang fokus pada anak-anak SMA”,ujarnya.
Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui pendaanaan dana Indonesiana LPDP. “Jadi kita ajukan proposal untuk mengajukan kegiatan”,pungkasnya.
Dia mengajak semua pihak, untuk melestarikan budaya Sabu Raijua sebagai tanggungjawab bersama, baik pemerintah dan pihak swasta. Terutama pada situasi efisiensi dan keterbatasan anggaran.
“Situasi sekarang semua elemen harus bersatu untuk membuat sesuatu di daerah ini dalam hal ini melestarikan budaya Sabu Raijua”,haranya.
Dia berharap peserta untuk terus belajar menulis, mengembangkan talenta melalui seni. Dengan menulis bisa membantu banyak pihak. “Menulis itu bisa dikenal oleh banyak orang dan bisa membantu banyak orang dengan sebuah tulisan”,ujarnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sabu Raijua, Lady Yumike Buly, menyampaikan bahwa Sabu Raijua memiliki banyak cerita rakyat yang memiliki banyak makna, pesan moral yang diwariskan oleh generasi pendahulu.
“Kita punya Sabu Raijua juga ternyata tidak kalah memiliki cerita-cerita rakyat yang luar biasa. Jadi cerita rakyat ini dia sebenarnya bukan hanya pengantar tidur untuk kita tidur didongengkan oleh nenek atau papa mama”,katanya.
Dia mengapresiasi Yayasan GPS yang telah berupaya dan memberi karya nyata dalam menjaga memori kolektif masyarakat. Melalui berbagai kegiatan budaya dan literasi.
“Ini merupakan langkah upaya nyata yang dilakukan oleh Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua ini bahwa nilai-nilai kita yang ada itu tidak hilang tetapi bertransformasi menjadi karya tulisan yang menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman”, pungkasnya.
Dia mengungkapkan bahwa Sabu Raijua memiliki kekayaraan cerita rakyat. Cerita yang berkaitan dengan sandang, pangan dan papan.
Dia berpesan bahwa menjadi penulis harus menghasilkan karya yang berdampak dan bermanfaat bagi banyak pihak, menjadi penulis yang professional dan bertanggungjawab.
Dia berharap peserta pelatihan dapat menghasilkan karya tulis yang dapat disumbangkan kepada Perpustakaan Daerah Sabu Raijua sebagai salah satu pusat informasi pengetahuan bagi masyarakat.
Lanjutnya, koleksi perpustakaan Sabu Raijua masih minim. sebagai contoh, buku kearifan lokal yang menggambarkan Sabu Raijua sangat sedikit.
“Harus ada di Perpustakaan di Sabu Raijua. Tulisan – tulisan lain itu, sangat minim sekali. Harapan itu, di adik – adik ini semua, dalam mengikuti kegiatan ini. Aktif bertanya. Apa yang ditulis berdampak dan bermanfaat serta dapat dipertangjawabkan”,harapnya.
Hadir Kepala dinas Perpustakaan dan kearsipan Daerah Sabu Raijua, kabid Perpustakaan dan Kearsipan Sabu Raijua, Sekretaris Dinas Pariwisata Sabu Raijua, Robinson Rihi Huki. (R-1)