Ketua GPS Sarai, Jefrison Haryanto Fernando
Menia, Pelopor9.com – Untuk membangun Sabu Raijua, semua pihak harus bergandengan tangan. Karena pembangunan yang berkelanjutan, tidak hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah (Pemda), dukungan dari semua komponen di Sabu Raijua menjadi wajib dengan caranya masing-masing. Karena itu, Yayaysan Generasi Peduli Sabu Raijua (GPS Sarai) terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, salah satunya adalah kegiatan Pelatihan Menulis Cerita Rakyat Sabu Raijua.
“Kegiatan Pelatihan Menulis Cerita Rakyat“ bukan baru sekali ini, sebelumnya juga kita sudah laksanakan, selain itu banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh GPS di Sabu Raijua, kehadiran GPS dengan programnya sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus mendukung pemerintah dalam bidang budaya dan pariwisata di Sabu Raijua dan juga banyak kegiatan yang kita lakssanakan” Ujar Ketua Yayaysan GPS, Jefrison Haryanto Fernando pada Pembukaan Pelatihan Menulis Cerita Rakyat, Jumat (01/05/26)
Nando, begitu sapaannya, mengajak semua pihak, untuk melestarikan budaya Sabu Raijua sebagai tanggungjawab bersama, baik pemerintah dan pihak swasta. Terutama pada situasi efisiensi dan keterbatasan anggaran.
“Situasi sekarang semua elemen harus bersatu untuk membuat sesuatu di daerah ini dalam hal ini melestarikan budaya Sabu Raijua khususnya dan kegiatan lain pada umumnya”,ujarnya.
Dia berharap peserta untuk terus belajar menulis, mengembangkan talenta melalui seni. Dengan menulis bisa membantu banyak pihak. “Menulis itu bisa dikenal oleh banyak orang dan bisa membantu banyak orang dengan sebuah tulisan”,ujarnya.
Dirinya juga sangat berharap kedepan, cerita Rakyat Sabu Raijua akan banyak ditemukan di perpustakaan dan toko buku, sama halnya dengan Cerita Rakyat dari daerah lain yang selama ini ditemukan di gerai buku dan perpustakaan daerah dan juga sekolah-sekolah. Dan menjadi salah satu buku cerita yang diminati oleh siswa untuk di baca.
“Cerita Rakyat Sabu, selama ini hanya menjadi cerita bertutur saja sehingga tidak semua orang tahu. Mudah-mudahan kedepan ada banyak cerita Rakyat Sabu Raijua yang dibukukan dan pastinya banyak yang baca tentang Sabu Raijua melalui cerita terse but” harapnya
Untuk diketahui, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sabu Raijua, Lady Yumike Buly, dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pariwisata serta 20 orang siswa SMA sebagai peserta Pelatihan Menukis Cerita rakyat tersebut. Kepala Dinas 2Perpusstegiatan ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui pendaanaan dana Indonesiana LPDP. (R1)