Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernad Riwu Kore [atas] Memberi Arahan, Pose Bersama [bawah]
Menia, Pelopor9.com - Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman dan nyaman bagi peserta didik melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah.
Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan dan rehabilitasi revitalisasi satuan pendidikan Angkatan 3 Tahap 2 Tahun 2026 pada lima sekolah, yakni SD Inpres Ledemera, SD GMIT Bolou 2, SD Negeri Dainao, SD Negeri Eilode, dan SD Negeri Tada, yang dipusatkan di SD Inpres Ledemera, Desa Loborui, Kecamatan Sabu Liae, Kabupaten Sabu Raijua, Selasa (8/9/2026).
Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernad Riwu Kore mengatakan bahwa pembangunan sekolah tidak sekadar berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Sabu Raijua.
Ketersediaan lingkungan belajar yang layak, aman dan nyaman diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran, pembentukan karakter serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Sekolah bukan hanya tempat berdirinya sebuah bangunan. Sekolah adalah tempat anak-anak kita belajar, membentuk karakter, mengenal disiplin, mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan,” ujarnya dalam arahan acara peletakan batu pertama.
Dijelaskan, dari 62 satuan pendidikan yang telah diusulkan, sebanyak 40 satuan pendidikan telah mendapatkan alokasi anggaran untuk pembangunan dan revitalisasi, yakni 5 satuan pendidikan jenjang SMP, 20 SD, 1 SKB, dan 14 satuan pendidikan TK/PAUD.
Terdapat lima satuan pendidikan yang sedang menunggu pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) sebagai bagian dari tahapan program selanjutnya.
Lebih lanjut Krisman menjelaskan di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, terus berupaya melakukan penghematan dan mengarahkan anggaran pada sektor-sektor yang menjadi prioritas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Beberapa program prioritas tersebut antara lain bantuan seragam gratis, santunan duka, bantuan hand traktor dan berbagai alat pertanian lainnya. Pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan hasil efisiensi anggaran untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Kita terus melakukan penghematan dan efisiensi anggaran termassuk penghematan dari perjalanan dinas. Dari efisiensi itu, kita dorong untuk membiayai sektor-sektor prioritas yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,”katanya.
Untuk tahun 2026, hasil efisiensi anggaran juga diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, salah satunya penanganan ruas Jalan Liae–Loborui. Ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses yang mengalami kerusakan cukup parah sehingga perlu mendapat perhatian dan penanganan secara bertahap.
Menurutnya, kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sabu Raijua masih cukup besar karena terdapat banyak ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua saat ini mempertimbangkan alternatif pembiayaan melalui pinjaman daerah untuk mendukung pembangunan dan peningkatan ruas-ruas jalan kabupaten serta sektor prioritas lainnya.
“Kita sementara berpikir untuk melakukan pinjaman daerah untuk mendanai pembangunan ruas-ruas jalan kabupaten dan sektor prioritas lainnya. Kita berharap dukungan masyarakat dan DPRD terhadap langkah ini, sehingga kita dapat mewujudkan pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Sabu Raijua,”ujarnya.
Terkait pembangunan sekolah, Bupati meminta seluruh pelaksana, perencana dan pengawas bekerja sesuai perencanaan, spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku. Kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama dan seluruh proses pembangunan harus diawasi secara berkala agar setiap pekerjaan yang tidak sesuai dapat segera diperbaiki.
Bupati juga mendorong agar pelaksanaan pembangunan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan material, produk dan tenaga kerja lokal sepanjang memenuhi persyaratan teknis, kualitas, kewajaran harga serta ketentuan pengadaan barang dan jasa.
“Kita ingin pembangunan tetap berkualitas, tetapi pada saat yang sama ekonomi masyarakat lokal juga ikut bergerak,” tegasnya.
Dia mengingatkan bahwa pembangunan sarana pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pendidikan. Para kepala sekolah dan guru diminta meningkatkan disiplin, tanggung jawab dan keteladanan serta memastikan fasilitas yang semakin baik benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Laurens Abiakto Ratu Wewo, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program Pembangunan dan Rehabilitasi Revitalisasi Satuan Pendidikan Angkatan 3 Tahap 2 Tahun 2026. Menurutnya, program tersebut memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana pendidikan hingga ke pelosok desa di Kabupaten Sabu Raijua.
“Program ini patut kita syukuri karena dapat menjangkau satuan pendidikan sampai ke pelosok desa. Di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat adanya pengurangan dana transfer, kehadiran program revitalisasi ini menjadi sebuah dukungan yang sangat berarti bagi pembangunan pendidikan di Sabu Raijua,” ujar Laurens.
Dikatakan, dukungan anggaran yang cukup besar melalui program revitalisasi harus diimbangi dengan kualitas pembangunan yang baik. Menurutnya, kualitas bangunan dan mutu pendidikan harus menjadi perhatian bersama sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh peserta didik dan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan pembangunan melalui pola swakelola, karena kualitas pekerjaan sangat ditentukan oleh komitmen dan tanggung jawab kepala sekolah bersama Tim Pembangunan dan Pengembangan Satuan Pendidikan (P2SP).
“Dengan pola swakelola, kualitas pekerjaan benar-benar berada di tangan Bapak dan Ibu Kepala Sekolah bersama Tim P2SP. Karena itu, kita berharap seluruh proses pembangunan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, transparan dan mengutamakan kualitas,” tegasnya.
Laurens menambahkan, Komisi III DPRD Kabupaten Sabu Raijua akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan program revitalisasi berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi DPRD sekaligus untuk memastikan dukungan anggaran yang diberikan benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas.
Selain memberikan apresiasi terhadap program revitalisasi pendidikan, Laurens juga mengapresiasi langkah efisiensi anggaran yang dilakukan Bupati Sabu Raijua Krisman Bernad Riwu Kore, khususnya untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan, termasuk ruas Jalan Loborui–Liae yang selama ini membutuhkan perhatian.
Menurut Laurens, di tengah keterbatasan fiskal dan berbagai tantangan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua hari ini bekerja dalam diam, tetapi hasilnya luar biasa dan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Kita tentu memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik di sektor pendidikan maupun infrastruktur,” ungkap Laurens.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Daerah, DPRD, Pemerintah Pusat, satuan pendidikan dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai kebutuhan pembangunan di Kabupaten Sabu Raijua dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.
Kepala SD Inpres Ledemera, Petrus Kale Mudji, S.Pd., mewakili kepala sekolah penerima Program Rehabilitasi Satuan Pendidikan Angkatan 3 Tahap 2 Tahun 2026, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan seluruh pihak yang telah mendukung program tersebut.
Petrus mengatakan, bantuan revitalisasi memberikan manfaat nyata bagi sekolah, terutama dalam memperbaiki kondisi bangunan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi peserta didik.
“Atas nama sekolah penerima program, kami menyampaikan limpah terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah. Dengan adanya program ini, kondisi bangunan sekolah kami menjadi lebih baik dan sangat membantu proses belajar mengajar,” ujar Petrus.
Ia berharap program revitalisasi dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah yang membutuhkan dapat memperoleh perhatian dan dukungan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Petrus juga mengajak seluruh warga sekolah untuk menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan dengan sebaik-baiknya. Tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sabu Raijua Laurens Abiakto Ratu Wewo, S.Sos., perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sabu Raijua Junus Ludji Jonga, S.Pd., Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Alfret Yefta Radja, S.Pd.,
Plt. Camat Sabu Liae, Penjabat Kepala Desa Loborui, para kepala sekolah penerima program revitalisasi, tokoh agama, guru, fasilitator, perencana, pengawas, Ketua dan Anggota P2SP, komite sekolah, kepala tukang serta para pekerja. (R-1/tim)